Senin, 31 Januari 2011

Pengertian dan Urgensi Belajar

Pengertian Belajar
Oleh: Defi Fahrur Rozi
(Alumni Angkatan 2001)
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsure yang sangat penting dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu sangat tergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.

Pemahaman atau anggapan kita mengenai belajar kadang-kadang tidak sempurna. Kita kadang menganggap bahwa belajar hanya terbatas pada mengumpulkan atau menghapalkan materi-materi pelajaran yang ada, atau latihan-latihan tertentu yang berhubungan dengan materi yang tengah digeluti. Persepsi semacam ini, khususnya bagi para guru, akan mengakibatkan mereka akan merasa cepat puas keetika melihat perkembangan anak yang bersifat fisik tanpa penguasaan materi pengetahuan.

Padahal, belajar merupakan proses yang multidimensi dan paripurna. Barlow pernah mengutip pendapat Skiner berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses yang adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. (Muhibbin Syah, 1999:89-90).Lebih lanjut, Hinztman yang dikutip oleh Muhibbin Syah (1999:90) mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat memepengaruhi tingkah laku organisme tersebut. Definisi ini memiliki pandangan bahwa perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru dapat di katakan belajar apabila mempengaruhi organisme.

Secara institusional (tinjauan kelembagaan), belajar dipandang sebagai proses “validasi” atau pembahasan terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang telah ia pelajari. Bukti institusional yang menunjukan siswa telah belajar dapat diketahui sesuai dengan proses mengajar.Secara kualitatif, belajar ialah proses memperoleh arti-arti dan pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia di sekeliling siswa. Belajar dalam penegertian ini difokuskan pada tercapainya daya piker dan tindasan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah yang kini dan nanti dihadapi siswa.

Keragaman pendapat para ahli di atas merupakan suatu hal yang lumrah dan ini lebih banyak di sebabkan oleh sudut pandang masing-masing diantara mereka berbeda. Selain itu, perbedaan antara satu situasi belajar dengan situasi belajar yang lain yang diamati oleh para penulis juga dapat menimbulkan perbedaan pandangan. Namun demikian, dalam beberapa hal yang mendasar, mereka sepakat seperti dalam penggunaan istilah “berubah” atau “tingkah laku”.

Urgensi Belajar
Abu Ahmadi dan Wibowo Supriyono (1990:121) menegaskan pula bahwa belajar adalah sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatau perubahan tingkah laku yang bagus secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Belajar bukan suatu tujuan, melainkan proses pencapaian tujuan. Pengertian proses lebih bersifat “cara” menempuh mencapai tujuan. Jadi didalamnya terdapat langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh. Perubahan yang terjadi dalam diri individu merupakan perubahan dalam arti belajar. Adapun cirri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar yaitu:
  1. Perubahan itu terjadi secara sadar
  2. Perubahan dalam belajar bersifat fungsional
  3. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
  4. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
  5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
  6. Perubahan dalam belajar mencakup seluruh aspek tingkah laku.
Belajar merupakan suatu pengalaman, serta pengalaman diperoleh berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungan.
H.Muhamad Ali (1987:14) mengungkapkan bahwa belajar adalah proses perubahan perilku, akibat interaksi individu dengan lingkungan. Perubahan itu mengandung pengertian luas, yakni perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sebagaiya. Selain dari lingkungan, belajar pun dapat diperoleh dari pengalaman-pengalaman yang telah dilewatinya. Pengalaman adalah guru yang paling kuat untuk dapat dijadikan cermin di masa yang akan datang. Belajar dari pengalaman dapat merubah perilaku individu yang belajar dan menciptakan tingkah laku yang baru. Jadi dengan belajar dari pengalaman , pengetahuan, sikap dan pemahaman akan maju kea rah yang lebih baik.
Menurut Slameto (1988:2) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Menurut Hilgard dan Bower (1975) belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau atas dasara kecenderungan respons pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang.

Sedangkan M.Surya (1985:23) mengartikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara dalam interaksinya dengan lingkungan.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar itu adalah suatu hal yang sangat penting karena berhubungan dengan proses perubahan yang terjadi di dalam diri individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan itu dimanifestasikan dalam seluruh aspek tingkah laku. Proses perubahan kegiatan dapat diperoleh melalui latihan dan pengalaman setelah ia terjun langsung di lingkungan.